Sosialisasi dan Raker BPBD

Walikota Sukabumi H. Mohamad Muraz, S.H.,M.M membuka secara resmi acara Sosialisasi dan Rapat Kerja Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana di Lingkungan BPBD Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2016, bertempat di Hotel Selabintana Conference Resort Sukabumi Jum’at, 29 April 2016.

Dalam sambutanya Walikota menyampaikan bahwa Negeri kita Indonesia rawan bencana, kenyataan tersebut tidak dapat dipungkiri mengingat kondisi geografi dan geologi negeri kita yang teletak pada pertemuan tiga lempeng raksasa EURASIA, INDOAUSTRALIA, dan PASIFIK serta berada pada “RING of FIRE”. Bencana alam yang sering terjadi dinegeri kita pada prinsipnya karena terjadinya peristiwa alam itu sendiri, namun sesungguhnya bisa dibedakan bencana alam yang memang murni karena peristiwa alam seperti Gempa bumi, Tsunami, dan Letusan Gunung berapi, sedangkan ada beberapa bencana yang terjadi karena kesalahan manusia itu sendiri.

Kita semua harus paham tentang kondisi Goegrafi dan Geologi negara kita seperti itu, kita juga harus sadar dan bisa tetap hidup dinegeri dengan kondisi yang saya katakan tadi rawan dengan bencana, dan Walikota Sukabumi mengingatkan disamping ada kerawanan yang bisa mengakibatkan bencana alam, tetapi sesungguhnya juga penuh dengan sumber daya alam yang apabila dikelola dengan baik bisa mendatangkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Jawa Barat sebagai Provinsi yang kita tempati ini merupakan Provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, yaitu sekitar 18{5f019b056bf1c5c4b104044f49aa684c9c05cb7430099ff58904209d3e9a7d2b} dari total penduduk Indonesia dengan 27 Kabupaten/Kota, didalamnya termasuk Kota Sukabumi memiliki karakteristik perpaduan antara daerah pegunungan yang berada diwilayah selatan dan daratan rendah diwilayah pantai utara, memiliki curah hujan yang tinggi yaitu rata-rata 219 MM/TH dan berada pada jalur gempa tektonik yang topografinya bergunung-gunung dan aliran sungai yang pada umumnya bermuara diwilayah pantai utara, maka dibeberapa daerah merupakan daerah rawan banjir, tanah longsor, gempa bumi, dan lain-lain. kondisi tersebut diatas membawa konsekwensi yang besar bila terjadi bencana, baik korban jiwa maupun harta benda.

Indeks rawan bencana (IRB) Provinsi Jawa Barat tahun 2009 dan 2011 menempatkan Kota Sukabumi dikelas rawan bencana tinggi dengan skor 60 menempati urutan ke-19 dari 26 Provinsi Jawa Barat atau berada pada rangking 206 pada skala Nasional. Namun hasil indeks resiko bencana Indonesia (IRIB) keluaran terbaru 2013 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang awalnya bernama indek rawan bencana Indonesia dimana semula tinggi direvisi dengan menempatkan Kota Sukabumi secara hasil perhitungan multi ancaman ( MULTI HAZARD) berada pada kelas resiko sedang dengan skor 114, namun memiliki indeks resiko tinggi untuk ancaman gempa bumi (SKOR 22), Longsor (SKOR 24), kekeringan ( SKOR 24), serta kebakaran pemukiman (SKOR 24). Dasar penilaiannya adalah Kota Sukabumi memiliki tingkat pusat pertumbuhan ekonomi yang tinggi disatu sisi lain berada pada daerah resiko bencana. Tugas kita sekarang ini dalam konteks rahmatan lil alamin adalah bagaimana menurunkan indeks resiko bencana di Kota Sukabumi dengan aksi Pengurangan Resiko Bencana yang dimulai dari Kenali Ancamannya, Siapkan Antisipasinya, dan Perkecil Resiko dan serta Mengarusutamakan Penaggulangan Bencana supaya terintegrasi dalam pembangunan daerah. Daerah dengan kawasan resiko bencana tinggi dan sedang ini menjadi sasaran Prioritas Nasional Untuk Diturunkan Sampai 30{5f019b056bf1c5c4b104044f49aa684c9c05cb7430099ff58904209d3e9a7d2b} dari 120 Kota/Kabupaten yang kawasan Rawan bencananya Tinggi dan 16 Kota/Kabupaten yang kawasan rawan bencananya sedang sampai dengan Tahun 2019 yang didalamnya termasuk Kota Sukabumi.

Latest articles

Masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, Homecare Kota Sukabumi Mendapatkan Penghargaan Nasional

JAKARTA--Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menerima penghargaan top 45 inovasi pelayanan publik terkait program Homecare dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan...

Apel Pelepasan Pasukan Satgas Pamtas Penyangga (Mobile) Papua YONIF 310

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menjadi Pembina Apel Pelepasan Pasukan satgas Pamtas penyangga (mobile) Papua YONIF 310 Bertempat di YONIF 310 Cikembar (18/10) Hadir dalam...

Warga Rela Antri di Bank untuk Pencairan Bantuan UMKM 2.4 Juta

Puluhan warga di Kota Sukabumi, Jawa Barat, rela mengantri untuk mencairkan bantuan pemerintah untuk usaha mikro umkm. Sejak Jumat Pagi, 16 Oktober 2020, warga...

Presiden Jokowi : Percepat Realisasi Belanja Daerah

Percepatan realisasi anggaran belanja pemerintah merupakan salah satu yang dibutuhkan untuk mendukung pemulihan ekonomi yang harus berjalan beriringan dengan pemulihan dampak kesehatan akibat pandemi. Saat...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here