Rapat Penguatan Kelembagaan Penyelenggaraan STBM

Walikota Sukabumi H.Mohamad Muraz.,SH,MM membuka secara resmi Rapat Penguatan Kelembagaan Penyelenggaraan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) di Kota Sukabumi, bertempat di aula hotel Anugrah Kota Sukabumi (31/5).
Kegiatan ini di ikuti oleh Pokja Sanitasi yang terdiri dari kepala BMPKB, Kepala Tata Ruang dan pemukiman, Kepala DPSPP, Kepala BAPPEDA, KLH, beserta masing-masing Kabid yang terkait, Camat se-Kota Sukabumi,Lurah se-Kota Sukabumi, Kepala Puskesmas Se-Kota Sukabumi, Forum Kota Sehat, Fasilitator WSP, serta sanitarian se-Kota Sukabumi.
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang disebut sebagai STBM adalah pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.
Komunitas merupakan kelompok masyarakat yang berinteraksi secara sosial berdasarkan kesamaan kebutuhan dan nilai-nilai untuk meraih tujuan.
Open Defecation Free yang selanjutnya disebut sebagai ODF adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan.
Cuci Tangan Pakai Sabun adalah perilaku cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir.
Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga yang selanjutnya disebut sebagai PAMRT adalah suatu proses pengolahan, penyimpanan dan pemanfaatan air minum dan air yang digunakan untuk produksi makanan dan keperluan oral lainnya seperti berkumur, sikat gigi, persiapan makanan/minuman bayi.
Sanitasi total adalah kondisi ketika suatu komunitas Tidak buang air besar (BAB) sembarangan, Mencuci tangan pakai sabun, Mengelola air minum dan makanan yang aman, Mengelola sampah dengan benar, Mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman.
Jamban sehat adalah fasilitas pembuangan tinja yang efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit.
Sanitasi dasar adalah hádala sarana sanitasi rumah tanggayang meliputi sarana Luang air besar, sarana pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga.
Walikota Sukabumi menyampaikan dalam Sambutannya perlu ketegasan khusus kepada masyarakat yang membuang Sampah/Kotoran sembarangan, Pemerintah akan melakukan ketegasan dengan menurunkan Satpol-PP dan pihak keamanan lainnya.,di Kota Sukabumi untuk bisa menertibkan hal tersebut bila perlu di berikan sanksi.
Dan diharapkan Sosialosasi dan aplikasi kepada masyarakat bisa terus berjalan sehingga masyarakat bisa lebih memahami tentang STBM ini.

Latest articles

Masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, Homecare Kota Sukabumi Mendapatkan Penghargaan Nasional

JAKARTA--Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menerima penghargaan top 45 inovasi pelayanan publik terkait program Homecare dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan...

Apel Pelepasan Pasukan Satgas Pamtas Penyangga (Mobile) Papua YONIF 310

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menjadi Pembina Apel Pelepasan Pasukan satgas Pamtas penyangga (mobile) Papua YONIF 310 Bertempat di YONIF 310 Cikembar (18/10) Hadir dalam...

Warga Rela Antri di Bank untuk Pencairan Bantuan UMKM 2.4 Juta

Puluhan warga di Kota Sukabumi, Jawa Barat, rela mengantri untuk mencairkan bantuan pemerintah untuk usaha mikro umkm. Sejak Jumat Pagi, 16 Oktober 2020, warga...

Presiden Jokowi : Percepat Realisasi Belanja Daerah

Percepatan realisasi anggaran belanja pemerintah merupakan salah satu yang dibutuhkan untuk mendukung pemulihan ekonomi yang harus berjalan beriringan dengan pemulihan dampak kesehatan akibat pandemi. Saat...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here