Sosialisasi Sanitasi Berbasis Masyarakat se-Nasional

10.00 WITA Wakil Walikota Sukabumi H. Achmad Fahmi S.Ag.,MMPd menghadiri acara Sosialisasi Sanitasi Berbasis Masyarakat di Makassar (31/5).
Acara ini dibuka langsung secara resmi oleh Direktorat Jendaral Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Program STBM memiliki indikator outcome dan indikator output.
Indikator outcome STBM yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.
Sedangkan indikator output STBM adalah sebagai berikut :
a. Setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF).
b. Setiap rumahtangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga.
c. Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas (seperti sekolah, kantor, rumah makan, puskesmas, pasar, terminal) tersedia fasilitas cuci tangan (air, sabun, sarana cuci tangan), sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar.
d. Setiap rumah tangga mengelola limbahnya dengan benar.
e. Setiap rumah tangga mengelola sampahnya dengan benar.
Untuk mencapai outcome tersebut, STBM memiliki 6 (enam) strategi nasional yang pada bulan September 2008 telah dikukuhkan melalui Kepmenkes No.852/Menkes/SK/IX/2008. Dengan demikian, strategi ini menjadi acuan bagi petugas kesehatan dan instansi yang terkait dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi terkait dengan sanitasi total berbasis masyarakat. Pada tahun 2014, naungan hukum pelaksanaan STBM diperkuat dengan dikeluarkannya PERMENKES Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Dengan demikian, secara otomatis Kepmenkes No.852/Menkes/SK/IX/2008 telah tidak berlaku lagi sejak terbitnya PERMENKES ini.
Kegiatan yang di hadiri oleh 25 Kota/Kabupten se-Indonesia yang menerima bantuan Sanimas dan TPS (Tempat Pembuangan Sampah) 3 R (Reduce,Reuse,Recycle).
pada kesempatan ini Kota Sukabumi menerima Bantuan 1 (satu) Pembuatan TPS3R
Wakil walikota sukabumi menyampaiakan Dengan diterimanya bantuan TPS3R ini, menurutnya, nantinya akan dapat mengurangi sampah yang masuk ke TPA. Karena akan ada proses daur ulang, sehingga sampah-sampah organik dan anorganik yang berasal dari warga tidak semuanya menumpuk di TPA.
“Semoga dengan adanya TPS tersebut, juga dapat mengurangi volume sampah yang ada di TPA,”Ujar Wakil Walikota Sukabumi.
Pada Kegiatan ini juga di lakukan Perjanjian kerjasama antara direktorat pengembangan penyehatan lingkungan permukiman dirjen cipta karya kemen PU dan perumahan rakyat dengan pemerintah kota Sukabumi.

Latest articles

Masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, Homecare Kota Sukabumi Mendapatkan Penghargaan Nasional

JAKARTA--Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menerima penghargaan top 45 inovasi pelayanan publik terkait program Homecare dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan...

Apel Pelepasan Pasukan Satgas Pamtas Penyangga (Mobile) Papua YONIF 310

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menjadi Pembina Apel Pelepasan Pasukan satgas Pamtas penyangga (mobile) Papua YONIF 310 Bertempat di YONIF 310 Cikembar (18/10) Hadir dalam...

Warga Rela Antri di Bank untuk Pencairan Bantuan UMKM 2.4 Juta

Puluhan warga di Kota Sukabumi, Jawa Barat, rela mengantri untuk mencairkan bantuan pemerintah untuk usaha mikro umkm. Sejak Jumat Pagi, 16 Oktober 2020, warga...

Presiden Jokowi : Percepat Realisasi Belanja Daerah

Percepatan realisasi anggaran belanja pemerintah merupakan salah satu yang dibutuhkan untuk mendukung pemulihan ekonomi yang harus berjalan beriringan dengan pemulihan dampak kesehatan akibat pandemi. Saat...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here