SUKABUMI – Anggota DPRD Jawa Barat, Muhammad Jaenudin, turun langsung menemui masyarakat Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, dalam agenda pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah, Senin (18/5/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga warga setempat yang memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan mereka.
Dalam dialog bersama warga, Jaenudin menyoroti sejumlah program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang saat ini tengah berjalan, terutama di bidang pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan, pembangunan jalan provinsi di berbagai wilayah Jawa Barat terus dipercepat dan ditargetkan tuntas dalam beberapa tahun ke depan. Selain fokus pada kualitas jalan, pemerintah juga mulai memperluas pemasangan penerangan jalan umum guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Pembangunan infrastruktur terus didorong agar konektivitas masyarakat semakin baik, termasuk penerangan jalan untuk mendukung keselamatan warga,” ujarnya.
Tak hanya jalan provinsi, Jaenudin juga mengungkapkan adanya rencana penguatan pembangunan jalan desa yang akan melibatkan langsung Bina Marga Jawa Barat dalam proses pengerjaannya. Program tersebut disebut menyasar ribuan desa di Jawa Barat.
Di sektor pendidikan, politisi PDI Perjuangan itu menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya menambah ruang kelas baru di sekolah negeri guna mengatasi keterbatasan daya tampung siswa.
Menurutnya, sejumlah pembangunan ruang kelas yang sebelumnya dikerjakan kini telah selesai dan siap dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru.
Sementara pada bidang kesehatan, Jaenudin menegaskan pentingnya pemerataan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Ia menyebut program bantuan kesehatan gratis dari Pemprov Jabar masih terus berjalan dan diharapkan mampu membantu warga kurang mampu mendapatkan pelayanan medis.
Ia juga mengingatkan pentingnya pembaruan data penerima bantuan kesehatan agar program tepat sasaran. Menurutnya, validasi data perlu dilakukan secara berkala oleh para pendamping sosial di lapangan.
Selain itu, Jaenudin menyoroti upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan kerja. Sejumlah warga disebut telah mengikuti pelatihan di berbagai bidang seperti tata boga, barista, dan tata rias.
Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha mandiri. Bahkan, peserta pelatihan disebut berkesempatan memperoleh akses bantuan permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bekerja sama dengan pihak perbankan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga memiliki peluang mengembangkan usaha secara mandiri,” katanya.
Melalui kegiatan pengawasan tersebut, Jaenudin berharap komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dapat terus terjalin sehingga berbagai kebutuhan warga bisa segera ditindaklanjuti dalam program pembangunan daerah.





